Thursday, November 29, 2012

Uinvest : Modal Aman, Income Terasa Nyaman: Sekilas Tentang Uinvest

Uinvest : Modal Aman, Income Terasa Nyaman: Sekilas Tentang Uinvest: Uinvest menawarkan kesempatan unik bagi semua orang di seluruh dunia untuk dapat berinvestasi dal...

Friday, November 9, 2012

Baju Korpri Baru


Batik korpriMenginjak usianya yang ke 41, pakaian seragam batik Korps Pegawai Republik Indonesia yang selama ini menjadi salah satu seragam resmi bagi anggota Korpri di seluruh Indonesia untuk tahun ini akan kembali mengalami perubahan. Sejalan dengan hal tersebut Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Kediri, H. Supoyo, SH, M. Si. mengatakan bahwa jajaran Korps Pegawai Republik Indonesia juga harus mampu berubah menjadi lebih baik dalam melayani kepentingan semua lapisan masyarakat. Beliau mengatakan, isyarat perubahan itu diawali dengan rencana penggantian seragam Korpri sebagaimana disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Pusat.
Perubahan seragam tersebut hanyalah simbol dari paradigma pelayanan anggota Korpri sebagai abdi negara. Peraturan yang mengatur tentang pakaian seragam Korpri tersebut sebenarnya sudah dikeluarkan sejak tahun lalu melalui Peraturan Dewan Pengurus Korpri Nasional Nomor 02 Tahun 2011 tentang Pakaian Seragam Korpri. Pada peraturan itu dinyatakan bahwa masa transisi perubahan batik KORPRI sampai dengan 31 Desember 2012



Monday, November 5, 2012

Teroris itu adalah PNS

Khalid alias K, terduga teroris yang tewas tim Detasemen Khusus 88 Polri ditembak di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu, ternyata seorang Polisi Hutan. Khalid juga tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Poso.

"Saya mendengar kabar kalau K bertugas sebagai polisi hutan di Poso, namun kebenarannya belum bisa dipastikan. Informasi itu kami dapat dari polisi yang bertugas di sana," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu (3/11).

Sementara M Yasin alias MY, lanjut dia, dikenal sebagai tokoh masyarakat. Meski demikian penyidikan terkait pengungkapan jaringan pelaku teror tidak melihat posisi atau kedudukan sesorang.

"Sekali lagi dalam proses penegakan hukum, kami selalu bersandar pada alat bukti. Meski si terduga teror dikenal sebagai tokoh masyarakat tapi penyidikan tetap berjalan sesuai bukti yang cukup," jelas dia.