Tuesday, August 7, 2012

Artikel Terkait


BP MIGAS berhemat Rp1,2 triliun dari pengadaan barang & jasa

BP Migas mencatat pengadaan barang dan jasa di sektor hulu migas per semester I/2012 memperoleh penghematan hingga US$124 juta atau hampir Rp1,2 triliun.

Deputi Umum BP Migas Johanes Widjonarko mengatakan penghematan tersebut terdiri dari US$99,7 juta dari kontrak pengadaan dan pemanfaatan fasilitas bersama, sedangkan US$24,3 juta dari hasil optimalisasi aset kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).



"Angka penghematan ini mendekati target penghematan tahun ini sebesar US$155 juta. Kami optimistis penghematan ini akan melampaui target karena masih ada potensi-potensi penghematan lainnya," ujarnya seperti dikutip dalam siaran resmi, hari ini.

Berdasarkan catatan BP Migas, penghematan pengadaan di industri hulu migas terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2010 penghematan tercatat sebesar US$96,5 juta, meningkat jadi US$143,7 juta pada 2011.

Penghematan dari kontrak pengadaan dan pemanfaatan fasilitas bersama diantaranya melalui pengadaan bersama yang dilakukan KKKS yang beroperasi di wilayah yang berdekatan.

Misalnya, kontrak bersama sewa semi submersible rig antara Titan Resources, Salamander Energy, Husky Oil, dan Premier Oil untuk pengeboran di Natuna, Selat Makasar, dan Sumbawa yang selama enam bulan menghasilkan penghematan hingga US$20,4 juta. Contoh lainnya, kontrak bersama sewa empat helikopter oleh ConocoPhillips, Premier Oil, dan Star Energy di Natuna, Kepulauan Riau yang jumlahnya mencapai US$5,7 juta.

Sementara itu, penghematan dari hasil optimalisasi aset KKKS, misalnya pemanfaatan bersama fasilitas penampungan kondensat milik Petrochina Jabung oleh JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang di Sumatra Selatan yang penghematannya mencapai US$4,69 juta selama semester I/2012.

"Kami minta kontraktor terus mencari berbagai peluang untuk melakukan penghematan melalui strategi rantai pengadaan yang efektif," ujar Widjonarko.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengadaan dan Manajemen Aset KKKS Gerhard M. Rumeser menambahkan pihaknya terus berupaya meningkatkan persentase tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Hingga akhir Maret 2012, dari nilai komitmen pengadaan barang dan jasa sebesar US$3,06 miliar, persentase TKDN-nya mencapai 64,43%. (Faa)
sumber: bisnis, LKPP

No comments:

Post a Comment