Sunday, January 12, 2014

Abraham Samad Pernah Melobi Anas Agar Terpilih Jadi Ketua KPK

Dari TRIBUNNEWS.COM 
Pendukung atau loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengungkap mengenai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Tahun 2011, saat Komisi III DPR RI menseleksi calon pimpinan KPK, Abaraham pernah dua kali menemui, dan melobi sekaligus meminta dukungan Anas agar anggota Fraksi Partai Demokrat di Komisi III memilihnya.
Demikian disampaikan mantan Ketua Departemen Sosial DPP Partai Demokrat Sri Mulyono saat berbincang dengan awak redaksi Tribunnews.com di Jakarta, Minggu(12/1/2014). Sri yang kini aktif sebagai pengurus organisasi bentukan Anas, yakni Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), mengungkapkan, Samad selaku calon pimpinan KPK sempat mendatangi dan menemui Anas selaku Ketua Umum Partai Demokrat (PD) di kediaman keluarga di Duren Sawit Jakarta Timur.
Dalam dua pertemuan itu, Samad memohon kepada Anas agar suara anggota Fraksi Partai Demokrat di Komisi III DPR diaarahkan untuk dirinya sehingga bisa menjadi Ketua KPK.
"Kan sebelum Abraham Samad jadi ketua KPK, dia nyembah-nyembah ke Anas. Datang dua kali ke rumah Anas di Duren Sawit, minta dukungan dari Anas supaya terpilih jadi Ketua KPK. Anas saat itu kan Ketua Umum," ujar Sri Mulyono.
Sri Mulyono menceritakan, kedatangan Samad dua kali ke Anas dilakukan saat dan setelah proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon pimpinan dilakukan di Komisi III DPR RI pada 21 November 2011.
"Abraham Samad datang dua kali ke Anas, ke Duren Sawit. Yang bawa Samad ke rumah Anas itu fungsionaris Partai Demokrat juga. Saya tahu orangnya," ujar Sri Mulyono yang mengetahui dua pertemuan itu.
Dengan begitu, Sri Mulyono mengakui Abraham Samad adalah 'bawaan' PD.
"Jadi, Samad datang minta dukungan Pak Anas sebagai ketua umum supaya suaranya lari ke dia," beber Sri.
Namun, dua tahun berselang, Anas Urbaningrum menjadi tahanan KPK atas kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor dan proyek-proyek lainnya. Dan Abraham Samad lah orang yang menandatangani surat penahanan Anas tersebut.
Menurut Sri Mulyono, ucapan terima kasih dari Anas untuk Samad dalam pidato penahanannya pada Jumat, 10 Januari 2014 lalu, bermaksud menyindir Samad, yakni orang yang pernah memohon bantuan agar terpilih menjadi Ketua KPK.
"Anas memang jago kasih sinyal-sinyal, termasuk kepada Abraham Samad,"ujarnya.
Sri Mulyono menegaskan, pembeberan soal permintaan bantuan Samad ini bukan berarti Anas menginginkan balas budi dari Samad.
"Anas hanya ingin keadilan, karena dia hanya ingin kejelasan 'proyek-poyek lainnya' dalam surat itu apa?" tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengacara Anas protes karena dalam surat panggilan KPK kepada Anas untuk menjalani pemeriksaan, pada 7 Januari silam tercantum kata-kata, sebagai tersangka "kasus Hambalang dan  proyek-proyek lain."
Keadilan diminta Anas karena ada beberapa kejanggalan mulai penetapan tersangka hingga dilakukan penahanan oleh pihak KPK, mulai bocornya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik), adanya pidato politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku presiden dan petinggi PD, hingga tidak konsistennya alasan yang diberikan Samad saat pihak KPK tidak juga menahan Anas.
"Saat panggilan pemeriksaan terakhir Anas, Abraham Samad bilang, 'Saya ingatkan kepada Anas, saya ingatkan kepada Anas, saya ingatkan kepada Anas'. Itu omongan apa? Kok Ketua KPK seperti itu. Itu kan omongan kelas orang pasar. Harusnya ngomong standar saja, akan dilakukan pemanggilan kedua," ujar Sri Mulyono.
Selain itu, Sri Mulyono pun menangkap Samad terkesan mendapat pesanan dari seseorang sehingga harus turun tangan langsung dengan menandatangani surat penahanan Anas.
"Saya kira itu dia seolah-olah sudah janji kepada seserorang. Lapor pak, yah sudah beres. Yang menarik, adalah penafsirannya Wiwin (mantan staf pribadi Samad), bahwa penahanan Anas ini adalah Abraham Samad memberi kado untuk SBY,"ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tribunnews.com belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari Abraham Samad tentang pengakuan Sri Mulyono itu. Dua nomor telepon genggam Samad dalam kondisi tidak aktif saat dihubungi dan pesan yang dikirimkan belum dibalas.
Saat jumpa pers sebelum ditahan KPK, Jumat lalu, mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum sempat menyatakan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak, antara lain Ketua KPK Abraham Samad, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sebelumnya, Politisi Partai Demokrat yang juga Sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Gede Pasek Suardika membeberkan kisah pertemuan dua orang berinisial A di kediaman Anas kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Gede Pasek menceritakan hal tersebut melalui akun twitternya dan menamakan 'kisah 1001 A'.
Berikut ini kisah Gede Pasek Suardika di akun twitternya:
"Sebuah kisah menarik yang dikultwit dengan energi tinggi karena sambil menikmati STMJ Glintung, roti bakar dan telor setengah matang,"tulis Gede Pasek di akun twitternya, Minggu(12/1/2014).
Kisah tersebut kata Pasek diperankan oleh tiga A. Tiga nama dengan nama awalan sama-sama A tapi posisi berbeda. Mereka bertemu atas jasa Mercy Butut.
Alam, begitulah sang pengemudi. Fungsionaris Demokrat yang juga teman A. Sang tokoh utama, dan satu lagi A yang kini jadi tersangka yaitu Anas.
"Memang disengaja 2 A dijelaskan, yang satu inisial saja. Biar lebih misteri dan horor. Alkisah di sebuah malam, Alam bersama A datang ke DS(Duren Sawit)," ujar Pasek.
Saat itu, Alam membawa A untuk sebuah maksud.  Ketika bertemu, A dengan dibumbui Alam berusaha menarik simpati Anas. Dari gaya memelas memohon sampai umbar janji. Anas pun mendengar dengan kalem.
"Kita sama-sama muda, kita harus saling jaga dan saling tolong menolong. Masa depan kita panjang,"
"Begitulah kurang lebih jalannya. Meski tidak begitu kenal, tapi Anas percaya dengan Alam. Singkat cerita, jam pun hampir pukul 2 dini hari. Anas pun setuju," tulis Pasek.
Singkat cerita usai pertemuan di Duren Sawit, Anas pun punya kuasa arahkan fraksi, lalu diarahkannya A ke Ketua Fraksi Partai Demokrat Muhammad Jafar Hafsah. Semua diamankan.
A pun sukses gemilang dan langsung dari kampung namanya melambung. Alam pun ceria karena Anas setuju.
"Sesuai adat timur, ucapan terima kasih pun disampaikan. Semua gembira. Seiring berjalannya waktu, kewenangan sangat nikmat, pujian selangit," kata Pasek.
Tampaknya sang Mbaurekso Mr A lanjut Pasek makin perkasa dan beringas. Pujian memang memabukkan. Apalagi namanya mulai masuk survei capres.
"Makin lupa," kata Pasek.
Sampai akhirnya, dunia terbalik. Anas pun jadi korban ambisinya. dan Alam pun sedih, malu, marah, tapi apa daya sekarang sudah jadi 'hero'.
Bahkan menurut Pasek gayanya terakhir sangat kontradiktif. Kalau dulu memelas-melas sambil menikmati suguhan kopi, kini menuding-nuding sambil ancam Anas.
"Alam pun makin sedih dan merasa bersalah. Tidak percaya makhluk kampung yang dia jual itu sudah tidak seperti yang dia kenal. Si Mercy butut pun sama.  Kalau saja bisa bicara, Mercy itu pasti akan menyesal. Dan Alam pun tidak akan jual itu mobil," ujarnya.
"Monumen atau kenangan keangkaramurkaan seseorang yang cepat lupa diri, dan lupa dengan berbagai kata-katanya saat datang ke DS (Duren Sawit),"tambah Pasek.
"Selamat Mr A atas segala balas budinya. Hanya renungan, jabatan itu tidak kekal. Kekuasaan tidak abadi,"tulisnya.

Friday, December 20, 2013

Kisah Multiyears kontrak di Padang Lawas (Palas)

Ada Petunjuk Tapi Panitia Lelang Tidak Bekerja

Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Pusat Pemkab Palas

Berita dimuat pada 14 Sep 2013
Medan, (Analisa). Meski sudah ada petunjuk dari Bupati Palas, kala itu Basyrah Lubis, namun Panitia lelang proyek pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten Padang Lawas (Pemkab Palas) tahun 2009 berbiaya Rp216 miliar, tidak bekerja sesuai tugas dan fungsinya dalam seluruh proses lelang hingga pengusulan calon pemenang lelang.
Panitia hanya diminta menandatangi dokumen-dokumen lelang.
Hal itu sebagaimana terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pembangunan pusat Pemkab Palas tahun 2009 senilai Rp6,04 miliar, Kamis (12/9) dengan mendengarkan keterangan saksi Osman Siregar, selaku Ketua Panitia Lelang proyek pembangunan Pusat Pemkab Palas, dengan terdakwa mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis, di Pengadilan Tipikor Medan.
Menurut saksi, dalam dokumen Berita Acara yang ditandatanganinya, tercantum tiga perusahaan calon pemenang. Calon pemenang pertama tertulis PT Bungo Pantai Bersaudara dengan Direktur H Ismail, dan Batara Tambunan selaku kuasa direktur. “Yang mengusulkan calon pemenang itu orang Dinas PU, kami tinggal menandatangani Berita Acara”, ucap saksi.
Katanya, keberadaan panitia lelang dalam proyek itu hanya formalitas semata. Pasalnya, mereka hanya dilibatkan dalam dua kegiatan, yakni pendaftaran peserta lelang dan pembukaan penawaran. Meski kala itu saksi keberatan, hanya saja ia tidak ada protes.
Secara multi years
Saksi juga mengetahui proyek pembangunan pusat Pemkab Palas dibangun secara multi years (tahun jamak) selama tiga tahun mulai 2009-2011. Namun, saksi mengaku tidak pernah tahu kapan PT Bungo Pantai Bersaudara selaku rekanan mulai bekerja.
Sementara saksi lainnya yang dihadirkan JPU Polim Siregar yakni staf Inspektorat Pemkab Palas, Risman Harahap.
Dalam keterangannya, lahan pembangunan pusat Pemkab Palas berlokasi di Lingkungan enam Kelurahan Padang Bolak, Kecamatan Barumun, pada 2009 belum terdaftar sebagai aset Pemkab Palas. Lahan itu baru masuk daftar aset Pemkab pada 2012, setelah ada surat hibah yang diberikan kepada Sekda. (dn)


Proyek Pembangunan Pusat Kota Pemkab Palas Tidak Sesuai Aturan

Berita dimuat pada 03 Sep 2013
Medan, (Analisa). Pembangunan kawasan Pusat Pemerintahan Pemkab Padang Lawas (Palas) pada tahun 2009 diduga proyek siluman, karena dikerjakan tidak sesuai aturan.
Bahkan telah dilakukan pembayaran ke pihak rekanan PT Bungo Pantai Bersaudara sebesar Rp6,04 miliar, dari nilai proyek Rp216 miliar sebelum proyek di laksanakan.
Hal itu terungkap saat mendengarkan keterangan saksi Abdul Hamid Nasution selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dalam sidang lanjutan perkara ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Senin (2/8). “Uang muka Rp6,9 miliar  telah dibayarkan untuk proyek itu, pemenang tender diusulkan dari PT Bungo Pantai Bersaudara. Tapi saya tidak tahu di mana verifikasi lelang dilaksanakan, sebab panitia lelang langsung memberikan nama pemenangnya kepada saya. Nyatanya realisasi pembangunannya tidak ada”, ucapnya di hadapan majelis hakim diketuai Dwi Dayanto.
Saksi yang juga Kabid Cipta Karya dan Bina Marga ini menjelaskan, perjanjian proyek itu dilakukan secara multi years (tahun jamak). Namun ia tidak mengetahui jadwal (Schedule) pekerjaan itu. Ia hanya meneken perjanjian kontrak kerja yang disodorkan Kadis PU Pertambangan dan Energi Pemkab Palas, Chairul Windu Harahap.
Mendengar itu, hakim anggota Ahmad Sayuti pun menuding proyek pekerjaan itu tidak jelas alias siluman. "Ini proyek siluman. Anda (saksi-red) punya kewenangn menandatangani. Tanpa Anda tandatangani, tidak mungkin keluar uang itu. Sumber anggarannya saja Anda tidak tahu, pembangunnya juga tidak tau. Jadi apa yang Anda kerjakan? Kenapa Anda mau menandatangani ini?”, tanya hakim.
Namun, saksi tetap mengakui tidak tahu mengenai proyek itu. Ia mengatakan Kadis PU yang memaksanya menandatangani proyek itu. “Saya sudah kalut dengan Kadis PU, ia selalu mengejar-ngejar saya dan menyuruh saya menandatangani berkas proyek itu”, ujar saksi.
Minta petunjuk Bupati
Karena terus didesak, lanjutnya, saksi pun meminta petunjuk kepada Bupati Palas Basyrah Lubis (terdakwa). “Saya minta petunjuk pada pak Bupati di ruang kerjanya, dan dikatakan proyek ini aman, sehingga saya teken”, ucap saksi.
Sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) yakni Polim Siregar, terdakwa Basyrah Lubis selaku orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan secara melawan hukum telah mengubah sistem pelaksanaan pembangunan dari tahun tunggal menjadi multi years tanpa melalui prosedur yang berlaku.
Perbuatan terdakwa dianggap telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Hal itu dilakukannya bersama saksi Chairul Windu Harahap selaku Kadis PU Pertambangan dan Energi Pemkab Palas, M Rido selaku Ketua DPRD Palas, Abdul Hamid Nasution selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), P Mulia Daulay, selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) dan Batara Tambunan selaku Direktur PT Bungo Pantai Bersaudara (rekanan)
JPU menyebutkan, untuk membangun proyek itu, Pemkab Palas menggelontorkan dana APBD 2009 sebesar Rp9,360 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Anggaran itu ditampung di Dokumen Pelaksana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas PU, Pertambangan dan Energi Pemkab Palas TA 2009. (dn)

Dugaan Korupsi Pembangunan Pusat Pemkab Palas

Terus Didesak, Kuasa BUD Palas Pilih Kabur

Berita dimuat pada 04 Sep 2013
Medan, (Analisa). Akibat terus didesak mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis, untuk membayar uang muka tahap II pada 2010 kepada PT Bungo Pantai Bersaudara selaku rekanan proyek pembangunan pusat Pemkab Padang Lawas (Palas), Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemkab Padang Lawas (Palas) Paruhum Mulia Daulay, memilih kabur ke Jakarta.
“Saya dipanggil bupati berulangkali, tapi saya takut sampai saya kabur ke Jakarta”, ungkapnya saat bersaksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi proyek pembangunan pusat Pemkab Palas 2009 Rp6,04 miliar, dengan terdakwa, Basyrah Lubis, di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (3/9).
Di hadapan majelis hakim diketuai Dwi Dayanto, saksi mengaku menolak membayar uang muka tahap II kepada rekanan, karena tidak ada progres (kemajuan) pekerjaan pembangunan kantor bupati dan gedung DPRD hingga 2010.
Berdasarkan peraturan yang ia ketahui, untuk melaksanakan proyek multi years harus ada izin Menteri Keuangan (Menkeu), sesuai Peraturan Menkeu tentang pelaksanaan proyek multi years keluar pada Februari 2010. “Soal izin prinsip dari DPRD saya tidak pernah lihat, tapi katanya ada”, sebut saksi.
Selain terus didesak bupati, Batara Tambunan dari PT Bungo Pantai Bersaudara juga berulangkali ke rumahnya menagih uang. “Malam pun ia datang menagih. Saya dikejar-kejar terus”, ucap Paruhum.
Menolak bayar
Meski terus didesak dan ditagih, namun saksi tetap menolak membayarkan uang itu, meski ia pernah dipanggil terdakwa ke rumahnya malam hari sekitar pukul 23.00 WIB dan di sana ada Sekda, Kadis PU Chairul Windu Harahap, Baginda Ali Wardana dan Batara Tambunan. “Bayarkon ma anggi supaya bisa karejo”, sebut saksi mengulang perkataan terdakwa kepadanya malam itu.
Saksi mengakui menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk pembayaran uang muka tahap I pada Desember 2009 sebesar Rp6,7 miliar. Ia membayar uang itu, karena anggarannya ditampung di APBD dan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD, serta dananya tersedia di kas daerah.
Namun, tindakan saksi tersebut dinilai hakim anggota Ahmad Sayuti telah menyalahi. Pasalnya, sesuai DPA SKPD, tahun 2009 kantor bupati dan gedung DPRD harus sudah selesai. “Kenapa saudara cairkan?”, tanya hakim.
Menjawab itu saksi mengaku, baru sekarang ia tahu penerbitan SP2D tahap I itu menyalahi, dan ia terfokus pada kontrak. Sesuai kontrak, rekanan berhak menerima uang muka sebesar Rp43 miliar atau 20 persen dari nilai kontrak Rp216 miliar.
Saksi juga mengaku heran, sebab saat pembayaran tahap I itu,  uang muka yang harus dibayar mencapai Rp43 miliar, padahal dana yang tersedia hanya Rp6,7 miliar.
Saksi juga merasa adanya kejanggalan dalam surat kontrak, karena surat kontrak ikut ditandatangani Bupati Basyrah Lubis, Kadis PU Chairul Windu Harahap, Abdul Hamid Nasution selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Batara Tambunan selaku rekanan.
Terkait keterangan saksi Paruhum, terdakwa membantah ada memerintahkan saksi membayarkan uang muka kepada rekanan. Ia hanya memerintahkan saksi untuk membuat laporan penyerapan Dana Alokasi Pembangunan (DAK) ke pusat.
Meski demikian, terdakwa membenarkan memanggil saksi ke rumahnya pada malam hari. “Benar saya panggil dia (saksi) malam itu. Saat itu rekanan mengeluhkan uang muka belum dibayar Pemkab”, katanya. (dn)

Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Pusat Pemkab Palas 2009 Senilai Rp6,04 M

Perubahan Tahun Tunggal ke Jamak Merupakan Kebijakan Bupati

Berita dimuat pada 17 Sep 2013
Medan, (Analisa). Perubahan mekanisme pembangunan kantor Bupati dan DPRD Padang Lawas (Palas) tahun 2009 dari tahun tunggal (single years) ke tahun jamak (multi years), merupakan kebijakan mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis.
“Perubahan itu memang bisa dilakukan dengan kebijakan kepala daerah”, terang mantan Kadis Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi (PUPE) Pemkab Palas, Chairul Windu Harahap, Senin (16/9) saat menjadi saksi dugaan korupsi proyek pembangunan pusat Pemkab Palas senilai Rp6,04 miliar, di Pengadilan Tipikor Medan, dengan terdakwa Basyrah Lubis.
Chairul melanjutkan, kebijakan bupati itu dibicarakan pada pertemuan di kantor bupati yang dihadiri dirinya, Batara Tambunan (rekanan), Ketua DPRD Palas, M Rido Harahap, dan bupati (terdakwa).
Saat itu bupati berkeinginan membangun kantor bupati, DPRD dan seluruh kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di satu lokasi.
Menurut saksi, pengalihan mekanisme pembangunan ini sudah mendapat izin prinsip dari Ketua DPRD, sebab saat itu belum terbentuk seluruh perangkat dewan. Kala itu bupati bilang, tidak mungkin terhambat pembangunan gara-gara belum ada perangkat dewan.
Alasan bupati mengalihkan sistem pembangunan menjadi multi years, sambung saksi, juga karena tahun anggaran 2009 akan berakhir. Bila hingga 23 Desember 2009 Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digelontorkan pemerintah pusat untuk pembangunan kantor bupati dan DPRD senilai Rp8 miliar itu tidak terealisasi, dananya harus dikembalikan ke pusat.
“Saat itu sudah bulan Oktober, sudah mendekati closing date yang ditetapkan tanggal 23 Desember 2009. Sehingga untuk pembangunan single years tidak mungkin lagi terkejar. Supaya dananya terpakai, bupati memutuskan pembangunannya dilakukan secara multi years”, terangnya.
Saksi mengatakan, dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) SKPD Dinas PUPE Palas tahun 2009, anggaran yang ditampung adalah pembangunan kantor bupati dan DPRD senilai Rp8 miliar lebih, yakni Rp5 miliar untuk kantor bupati dan Rp3 miliar lebih untuk gedung DPRD. Disebutkan juga pembangunan kedua kantor itu harus sudah selesai pada 2009.
Dikenalkan
Di hadapan majelis hakim diketuai Dwi Dayanto, saksi juga menegaskan, ia dikenalkan bupati dengan Batara Tambunan selaku Direktur cabang PT Bungo Pantai Bersaudara, setelah saksi dilantik menjadi Kadis PUPE pada Oktober 2009. Disebutkan terdakwa kala itu, Batara pemenang tender dan akan mengerjakan proyek pembangunan tersebut.
“Lalu, bupati menyuruh saya menyiapkan administrasinya”, sebut saksi.
Selain itu, lanjutnya, Batara Tambunan disebutkan bupati sudah berpengalaman membangun pusat pemerintahan satu atap dengan sistem multi years seperti di Kabupaten Simalungun dan Toba Samosir (Tobasa).
Bahkan saat itu, Batara sempat berjanji akan membantu menguruskan ke pemerintah pusat agar Pemkab Palas memperoleh DAK dan DAU untuk tahun berikutnya.
Karena optimis memperoleh DAK dan DAU tahun berikutnya, sehingga saat itu diputuskan pembangunan tidak hanya kantor bupati dan DPRD, tetapi seluruh kantor SKPD dengan biaya Rp216 miliar. Padahal anggaran yang ada hanya Rp8 miliar sesuai DPA SKPD PUPE 2009.
Kenyataannya, tambah saksi, DAK dan DAU 2010, 2011 dan 2012 tidak cair sehingga pembangunan kantor bupati dan DPRD berhenti.
Bantah saksi
Terkait keterangan saksi, terdakwa Basyrah Lubis membantah jika pengalihan sistem pembangunan pusat pemerintahan Palas dari single years menjadi multi years adalah kebijakannya. Justru, katanya, saksi selaku Pengguna Anggaran (PA) proyek tersebut yang harus bertanggung jawab.
"Tidak benar pengalihan itu kebijakan saya, itu tanggung jawab saksi karena saya sudah menguasakan proyek itu kepada saksi”, cetus terdakwa.
Mendengar pernyataan terdakwa, Chairul langsung menyanggahnya. “Wah... Mana mungkin saya bisa memutuskan soal itu, jadi pak bupati lah yang bertanggung jawab”, tegas saksi Chairul  yang menyatakan tetap pada keterangannya.
Sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Polim Siregar dari Kejati Sumut, menyebutkan terdakwa Basyrah diduga mengalihkan secara sepihak sistem pembangunan pusat pemerintahan Pemkab Palas dari tahun tunggal menjadi tahun jamak.
Pengalihan itu juga tidak disetujui DPRD Palas serta izin prinsip yang sempat dikeluarkan Ketua DPRD Palas M Rido Harahap pada Oktober 2009 dibatalkan pada November 2009.
Selain itu, lahan pembangunan pusat pemerintahan tersebut juga tidak terdaftar sebagai aset Pemkab Palas. Akibatnya kerugian negara diperkirakan sebesar Rp6,04 miliar. (dn)


Mantan Sekda Sudutkan Basyrah Lubis


MEDAN– Mantan Sekretaris Dae rah (Sekda) Kabupaten Padanglawas (Palas) Syahrul Mu lia Harahap makin menyu - dut kan mantan Bupati Palas Basyrah Lubis, terdakwa dugaan korupsi pem ba ngun - an Kantor Bupati dan DPRD Palas, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (17/9).

Kehadiran Syahrul sebagai saksi menyebutkan, semasa men jabat tidak pernah me ne - rima laporan pertan g gung ja - waban kegiatan pem ba ngun - an pusat pemerintahan di Ka - bu paten Palas. “Sampai saya tidak lagi menjabat sebagai sekda, ti dak pernah me ne - rima soal laporan per tang - gungjawaban ke giatan ter se - but,” ungkap Syah rul di ha - dap an majelis ha kim yang di - ke tuai Dwi Dayanto.

Syahrul yang menjabat Ke - tua Tim Anggaran Peme rin - tah Dae rah (TAPD) juga mengatakan, se suai Daftar Pelaksanaan Ang gar an (DPA) SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Ener gi (PUPE) Palas TA 2009, saat itu anggaran yang ditampung adalah peruntukan pem ba - ngun an kantor bupati dan DPRD senilai Rp8 miliar lebih.

Dengan rincian Rp5 miliar untuk kantor bupati, dan Rp3 miliar lebih digunakan pem - ba ngunan Gedung DPRD Palas. Pro ses pembangunan ke dua kantor tersebut se ha - rusnya selesai 2009, dan di - ker jakan da lam tahun tung - gal. Selain itu, dia juga meng a - ku tidak mengetahui adanya izin prin sip yang dikeluarkan Ketua DPRD Palas M Rido Harahap pada Oktober 2009, dan ke mu dian dibatalkan pada November 2009. “Soal izin prinsip itu, saya tid ak me - ngetahuinya,” tandasnya.

Thursday, November 14, 2013

tentang dofollow

Dofollow adalah suatu blog yang semua link-nya terindex oleh google robot apabila blognya berstatus dofollow, jika anda berkommentar di blog dofollow otamatis url komentar yang sudah ditinggalkan akan terupdate oleh google dan blog anda akan terindex oleh mesin pencari google
Sudah tau kan apa itu dofollow nah jika anda ingin merubah blog anda menjadi blog dofollow ikuti langkah di bawah ini 
Cara merubah blog menjadi Dofollow

  • login dulu ke blog anda
  • masuk ke dasbor blogger.com >> templeate >> edit HTML
  • cari kode 

<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'><data:comment.author/></a>

  • atau

<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'>
<data:comment.author/>
</a>

  • hapus kode rel='nofollow' yang berwarna biru
  • setelah di hapus kode akan menjadi

<a expr:href='data:comment.authorUrl'><data:comment.author/></a>

  • dan cari lagi kode

<a expr:href='data:backlink.url' rel='nofollow'><data:backlink.title/></a>

  • atau
<a expr:href='data:backlink.url' rel='nofollow'>
<data:backlink.title/>
</a>

  • hapus lagi kode rel='nofollow' yang bewarna biru
  • setelah di hapus kode akan menjadi

<a expr:href='data:backlink.url'><data:backlink.title/></a>

  • setelah itu simpan 

sekarang blog anda sudah berubah menjadi dofollow semoga bermanfaat


Wednesday, November 13, 2013

Cerita Kejujuran Baharuddin Lopa

Lebih kurang 28 tahun silam, tatkala mendiang Prof Dr Baharuddin Lopa masih menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, panggung hukum Indonesia geger oleh munculnya sosok Lopa yang jujur, antikorupsi, dan nyali bak harimau. Ia tidak kenal warna abu-abu, sebab bagi dia warna itu hanya hitam dan putih. Benar atau salah.
Ia tidak kenal warna abu-abu, sebab bagi dia warna itu hanya hitam dan putih.

Ada banyak cerita tentang kejujuran mantan Jaksa Agung (2001) dan mantan Menteri Kehakiman (2001) ini. Ketika Lebaran menjelang, ia tegaskan kepada anak buahnya untuk tidak menerima parsel Lebaran. Ia menggelar jumpa pers yang di antaranya mengumumkan, seluruh aparat kejaksaan Sulawesi Selatan tidak terima hadiah dalam bentuk apa pun.
Ketika tiba di rumah, ia melihat ada dua parsel di rumahnya. ”Eh, siapa yang kirim parsel ke sini,” ucap Lopa dengan raut masam. Seisi rumah bungkam karena tahu Lopa geram. Lopa kemudian sangat terkejut ketika melihat salah satu parsel tersingkap 10 cm. ”Aduh, siapa yang membuka parsel ini?”
Seorang putrinya maju ke depan dan dengan jujur menyatakan dialah yang buka dan mengambil sebuah cokelat. ”Mohon maaf Ayah,” ujar anak perempuan itu. Lopa menghela napas, ia tidak bisa marah kepada putrinya, tetapi tidak urung ia memperingatkan untuk tidak melakukan hal itu lagi. Pria Mandar ini menyuruh putranya membeli cokelat dengan ukuran dan jenis yang sama. Cokelat itu dimasukkan ke bungkusan parsel dan segera dikembalikan kepada pengirimnya.
Suatu hari ia bercakap-cakap dengan istrinya dan mengajak istrinya menghitung tabungan mereka. ”Oh, uang itu sudah cukup untuk uang muka mobil Toyota Kijang,” ujar Lopa.
Maka datanglah ia ke distributor mobil di Makassar. Ia langsung menemui direktur utama perusahaan itu. Lopa menyampaikan keinginannya membeli mobil dengan uang muka sekian rupiah, sisanya dicicil. Sang dirut menawarkan diskon yang biasa ia berikan kepada kawan-kawannya.
Lopa terkejut ketika tahu besaran diskonnya. Sebab bagi dia, diskon lebih dari 3 persen dari harga barang sudah melampaui batas kepantasan. Saudagar tersebut menyatakan, ”Saya penjual, saya hendak beri berapa persen diskonnya, kan, terserah saya, bukankah itu wilayah saya?”
Lopa tetap menolak dan menyatakan diskon hanya 3 persen. Akhirnya, usahawan itu mengalah dan menerima keinginan Lopa. Belakangan, urusan ini membuat ia kikuk karena setiap bulan Lopa datang sendiri menyetor cicilannya. Dan penyetoran itu jauh sebelum tanggal jatuh tempo. Bukan apa-apa, Lopa adalah temannya, ia kikuk harus menerima cicilan langsung dari teman dekat selama bertahun-tahun. Akan tetapi, ia menghormati Lopa yang memegang teguh prinsip hukum yang ”serba hitam putih” itu.
Cerita tentang Lopa yang jujur menjadi semacam legenda di panggung hukum nasional. Suatu hari, ia hendak menunaikan ibadah haji. Seorang teman sekolahnya sejak SD hingga perguruan tinggi, yang sukses sebagai pengusaha, memberinya 10.000 dollar AS. Lopa terkejut dengan pemberian ini. Pada kesempatan pertama ia datang ke rumah temannya dan mengembalikan uang itu.
Lopa berkata, ”Saya tahu engkau ikhlas, akhlakmu pun terpuji. Saya tahu pula usahamu berjalan di jalur lurus. Namun, maafkan saya, saya tidak bisa menerima uang ini. Kita bersahabat saja, ya.” Pengusaha itu tidak bisa berkata apa-apa kecuali mengusap air matanya karena terharu.
Lopa mengungkapkan, seorang penegak hukum mutlak berintegritas. Ia boleh hidup ekstra sederhana, tetapi itu tidak bisa menjadi alasan menerima apa pun dari siapa pun. ”Banyak di antara masyarakat tidak menyadari, tegaknya hukum menentukan kinerja ekonomi. Sebab, munculnya supremasi hukum akan membuat pelaku bisnis tenang. Kalaupun bisnisnya ”diusik”, para pebisnis itu akan tenang karena ada hukum. Jaksa akan menjalankan tugasnya dengan baik dan hakim akan menjatuhkan vonis yang sesuai hukum dan rasa keadilan.”
Lopa benar. Lihatlah, semua negara yang ekonominya maju, praktik hukumnya pasti baik. Kita masih jauh dari pelaksanaan hukum yang ideal. Hukum masih dipermainkan kekuasaan, mafia peradilan, dan aparat yang tidak jujur.
Betapa kita tidak pening oleh demikian banyak aparat penegak hukum sendiri yang ditahan, diadili, dan kemudian dipenjarakan karena terbukti melawan hukum. Bagaimana pula negeri ini bisa dipercaya para investor dan pelaku ekonomi dalam negeri kalau demikian banyak pejabat negara menjadi terdakwa. Mereka tidak sadar, perbuatannya menahan laju pertumbuhan ekonomi. Mereka tidak paham bahwa tegaknya hukum sama dengan mulusnya perekonomian.
Sederhananya seperti ini. Apakah ada pedagang yang berani memalsukan merek kalau hukum menjadi panglima? Adakah pebisnis yang mengelak membayar pajak? Apakah ada pelaku ekonomi berani memalsukan akta tanah?

hantu

Tidak semua sifat hantu itu jelek. nih sifat hantu yg patut di tiru :
1. Tuyul
Masih kecil udah mandiri, bisa cari uang sendiri :]xx

2. Kuntilanak
Susah senang selalu tertawa, ini menunjukkan kepribadian kuntilanak ini optimis…:s
3. pocong
Dari dulu bajunya nggak pernah ganti(kain kafan) artinya dia tidak tertarik pada fashion, sangat bersahaja..:&
4. Nyi Roro Kidul
Walau selalu menetap di lautan, tapi pakaiannya selalu lengkap dan sopan, dia nggak pake baju renang, artinya dia selalu menjaga etika dan kehormatan..:(
5. Jelangkung
Datang nggak di undang, pulang nggak diantar, artinya dia nggak mau merepotkan orang lain..8-|
6. Genderuwo
Ini adalah makhluk halus yang paling istimewa, walau mukanya jelek, ancur, badannya bau, pokoknya jorok dan menakutkan tapi sifatnya sangat sabar. Buktinya dia mau baca ini sampai habis..

Tukang Jamu dan Bebek

Dikisahkan ada seorang tukang jamu yang seksi, kulit putih, bodi semlohay, dan banyak pelanggan pula. Salah satu pelanggannya akang Amin, penjual bebek di kampung setempat. Amin : “Neng jamunya satu dong…” Iteung : “mangga kang…” Sewaktu menuangkan secangkir jamu, lirak lirik aja mata si Amin melihat betis mulus si Iteung yang waktu itu menggunakan kain selutut. Iseng-iseng si Amin tanya… Amin : “Neng, mau saya kasih gratis bebek 2 ekor nggak…?” Iteung : “Hhah, beneran kang?… mau kang mau…” Amin : “tapi ada saratnya, aku mau liat pahamu yang mulus itu… dikiitt.. aja” Berpikirlah si Iteung dalam hati, wah ngga beres nih… tapi ngga apa lah, lha orang cuma angkat rok dikit aja koq… Nggak lama si Iteung mengangkat kainnya, sampai pertengahan paha. Terbelalaklah mata si Amin melihat barang yang putih mulus itu Makin penasaran lah dia… Amin : “Neng… kalo bebeknya saya kasih 5 mau ngga?…” Iteung : ” Hhah, yang bener kang… tapi ngga macam-macam yahh?…” Amin : ” Ya nggak laah… saya cuma mau liat CD-nya… dikiittt aja…” Mikir lagi tuh si Iteung, lumayan dah saya pulang-pulang bisa bawa 5 ekor bebek cuma nongolin dikit doang CD saya… ya udah deh tanggung, pikirnya. Dibukanyalah kedua paha tadi sehingga kelihatan CD putihnya si Iteung. Tambah molotot pula mata si Amin, sebentar-sebentar ngelap ilernya yang mulai netes Tapi memang tukang bebek kaga ada puasnya… Amin : “Neng…neng… saya kasih 15 bebek mau?” Iteung : “Wah, pasti syaratnya berat ya kang….” Amin : “Aah nggak koq, saya cuma mau ngelus dan ngeremas-remas CDmu…” Iteung : ” Nggak ah kang, nanti malah keterusan…” Amin : “Nggaak… nggaak bakal keterusan, sumpah… cuma 1 menit deh…” Akhirnya setelah beberapa saat berpikir keras, dengan terpaksa si Iteung mengikhlaskan CDnya dielus dan diremes-remas. Setelah 1 menit… Si Iteung ngomong … Iteung : “Kang sudah kang, stop…! bebeknya saya kembalikan aja semua…!” Amin : “lha kumaha ?… kenapa emang ???” Iteung : “Tuker ama burungmu aja, cepetaaaann!!

Saturday, November 9, 2013

Cara Promosi Blog

Cara Mempromosikan Blog Di Facebook

Sebenarnya ini adalah cara promosi blog yang paling mudah dan efektif. Jadi ikutilah langkah-langkah berikut..

YANG PERLU ANDA LAKUKAN
  1. Buatlah sebuah akun facebook, kemudian carilah teman sebanyak-banyaknya. Dan pastikan bahwa teman anda ada kaitannya tema blog anda. Misalnya tema blog saya ini adalah tutorial blog, jadi sebaiknya saya juga mencari teman yang bisa nge-blog.
  2. Buatlah artikel yang judulnya menarik minat teman untuk mengklik. Kemudian silakan share artikel tersebut di facebook.
BERAPA POTENSI TRAFFIC YANG AKAN DIDAPAT?
Misalnya, teman facebook anda berjumlah 2000 orang. Jika dari 2000 teman, yang mengklik dan mengunjungi blog anda adalah 25 % dari semuanya, maka traffic blog anda minimal adalah 500 orang perhari. Dan ini adalah hasil yang lumayan.

Bayangkan saja jika anda memiliki beberapa akun facebook yang memiliki teman yang berbeda di setiap akun. Kemudian anda share artikel anda. Dan berapa traffic yang anda peroleh?

KELEMAHAN METODE INI:
  1. Pastinya butuh waktu dan proses, tapi ini bukan masalah yang besar. Karena semua cara mempromosikan blog itu memang butuh waktu.
  2. Kesulitan dalam mendapat teman. Nah, ini adalah masalah yang sering dialami oleh blogger dalam mencari teman, antara lain..
  1. Kebanyakan orang tidak mengkonfirmasi sebagai teman karena tidak kenal dengan anda
  2. Kesulitan mencari teman yang ada kaintannya dengan tema situs anda. Dan..
  3. Jika terlalu berlebihan dalam meminta permintaan pertemanan kepada orang lain, maka bisa saja akun facebook anda di blokir sementara. Dan ini butuh waktu untuk menunggu masa pemblokiran selesai  

Cara Mempromosikan Blog Di Twitter

Twitter juga bisa membantu proses promosi blog anda. Jadi silahkan lakukan proses promosi di Social Network Micro Blogging ini.

YANG PERLU ANDA LAKUKAN: 
  1. Ajaklah banyak orang lain untuk saling follow dan follow back.
  2. Jika sudah memiliki banyak followers, silahkan anda postingan tweet rutin, dan sesekali  sisipkan artikel blog anda.
KELEMAHAN METODE INI:
Tantangan terbesar dari twitter yaitu mendapatkan followers. Perlu anda cermati bahwa account twitter yang cukup laris umumnya adalah account twitter yang menawarkan tulisan bahasa motivasi, kata-kata keren, atau beberapa info terbaru, berita yang hot. Jadi jika bisa, buatlah account twitter yang bertema seperti itu serta kelola layaknya blog anda sendiri.

Cara Mempromosikan Blog Dengan Blogwalking

Blogwalking adalah cara yang paling banyak dilakukan oleh blogger dalam melakukan promosi. Blogwalking selain dapat meningkatkan pengunjung blog, blogwalking juga dapat mempererat pertemanan sesama blogger dan merampingkan alexa.

Jadi, apa yang dimaksud melakukan blogwalking? Blogwalking adalah kegiatan untuk mengunjungi blog yang memasang chat box pada blognya. 

YANG PERLU ANDA LAKUKAN:
  1. Cari blog yang memiliki chat box yang ramai, kumpulkan sebanyak-banyaknya. Bagaimana cara mengetahui chat box yang ramai? lihat komentar di chat box tersebut dalam sehari. Jika banyak yang berkomentar disana, berarti chat box tersebut ramai. Dan itu pantas untuk dikumpulkan.
  2. Silahkan berkomentar di chat box dengan menautkan link ke blog anda.
KELEMAHAN METODE INI
  1. Jarang sekali blog yang memasang Chat Box.
  2. Kalaupun ada, jarang sekali Chat Box yang ramai
BERAPA POTENSI TRAFFIC YANG AKAN DIDAPAT?
Jika anda sudah berkomentar dan menautkan link ke blog anda di Chat Box blog orang lain, dan masing-masing chat box menghasilkan 3-4 pengunjung. Maka berapa jumlah pengunjung jika anda mengumpulkan 100 chat box? maka blog anda mendapat tambahan 300-400 pengunjung.

Cara Mempromosikan Blog Dengan Youtube

Youtube adalah salah satu situs video yang terkenal di dunia dan memliki jumlah visitor perhari yang luar biasa. Dan dengan memanfaatkan situs tersebut untuk berpromosi, maka bisa saja blog anda juga akan mendapat banyak visitor. 


YANG PERLU ANDA LAKUKAN:
  1. Buatlah sebuah akun youtube, anda terlebih dahulu harus memiliki gmail. Bisa anda baca Cara membuat email gmail
  2. Kemudian buatlah sebuah video yang didalamnya ada URL blog anda. Atau juga bisa menautkan lnk blog anda di deskripsi video tersebut. Usahakan video tersebut banyak dicari orang dan relevan dengan blog anda.
BERAPA POTENSI TRAFFIC YANG AKAN DIDAPAT?
Jika 1 video anda dikunjungi 15 orang perhari dan 5 orang mengunjungi blog anda, berapa orang yang akan mengunjungi blog anda jika anda memiliki 20 video? berapa pengunjung blog anda dalam sebulan? bukankah ini perolehan yang sangat baik?

Cara Mempromosikan Blog Di Social Bookmark

Social Bokmarking adalah situs untuk submit artikel di blog kita. Keuntungan dari Social Bookmark selain meningkatkan pengunjung blog anda, juga bisa mendapat backlink jika social bookmark tersebut Dofollow.

Lihat list Social bookmark dibawah ini..
  1. InfoGue memiliki PR 4
  2. SitusPortal memiliki PR 3
  3. Bookmark Indonesia memilki PR 2
  4. Tunden memiliki PR 2
  5. LenteraSEO memiliki PR 1
  6. MyBlogPost memiliki PR 1
  7. Dofollow.web.id memiliki PR 1
  8. Sosbok memiliki PR 0
YANG PERLU ANDA LAKUKAN:
  1. Buatlah akun di Social Bookmark diatas
  2. Buatlah artikel di blog anda, pastikan sudah terindeks di google. Cara mengetahui nya, masuk ke google >> ketikkan site:url artikel, jadi seperti ini site:http://urlblog/2013/06/artikel-saya.html, kemudian tekan ENTER. Jika muncul artikel blog anda, berarti sudah terindeks.
  3. Silahkan masukkan satu per satu artikel anda kedalam akun situs Social Bookmark diatas.
KELEMAHAN METODE INI
  1. Metode ini rumit karena harus submit satu persatu artikel anda